Monday, June 25

Logical Framework Analysis Advance Level


Pelatihan LFA (Lanjutan)
Program yang baik disusun dengan menggunakan Metoda yang baik. Metoda yang baik adalah Metoda yang telah terbukti menghasilkan program yang berhasil. Keberhasilan yang layak dipertimbangkan adalah keberhasilan yang terbukti dalam jangka waktu relative panjang  mewakili berbagai situasi Negara, daerah dan budaya masing-masing daerah tersebut sehingga meyakinkan bahwa Metoda itu itu sudah diuji kelayakan serta manfaatnya. Model LFA adalah Metoda Perencanaan yang telah mencapai syarat-syarat tersebut. LFA menjiwai dan dipakai hampir di seluruh dunia, baik negara-negara Barat maupun Timur, negara-negara  Utara maupun Selatan. LFA juga dipakai oleh semua Institusi Multilateral, Bilateral, Institusi Pemerintah maupun Non Pemerintah.

Pelatihan dilakukan selama 4 hari efektif masing-masing  8 jam sehari dari hari Senin - Kamis, 6- 9 Agustus 2012.  Malam hari dapat dilanjutkan sessi tambahan, jika semua peserta setuju, atau dipakai membaca literatur di Perpustakaan yg dilengkapi 8.000  buku berbagai titles/judul.

LFA, mengikuti cara berpikir dasar: CAUSE- EFFECT (SEBAB-AKIBAT), atau landasan berpikir MEANS – ENDS (UPAYA-HASIL), yang merupakan alat berpikir sederhana dan karenanya mudah dipakai untuk meyakinkan, mengajak pihak lain terlibat dalam proses dan langkah-langkah suatu rencana sekaligus sehingga merasa ikut memiliki rencana, program yang telah dibuat agar dijalankan dengan sukses dan mendatangkan manfaat bagi banyak orang.

Materi pelatihan secara garis besar meliputi :
1. Dasar filosofie, paradigma berpikir, prinsip-prinsip, metode dan strategi metoda LFA
2. Pengenalan alat-alat analisa, penentuan isu strategis, penetapan arah/kiblat program
3. Pendalaman Logika Horizontal, Vertikal, Indikator, Asumsi, Resiko, Sumber Verifikasi
4. Perbandingan dengan metode perencanaan lainnya.

Narasumber ;
- Meth Kusumahadi,DCM
- P.Hardono hadi, Phd

Materi tersebut  akan disampaikan dengan metode sbb :
- Pengantar dan tanya jawab
- Brainstorming pengalaman peserta, Diskusi terbuka, FGD, Indepth interview
- Penugasan, latihan, presentasi simulasi.

Pelatihan dilakukan selama 4 hari efektif masing-masing  8 jam sehari dari hari Selasa – Jumat pada tanggal 3-6 Juli 2012. Malam hari dapat dilanjutkan sessi tambahan, jika semua peserta setuju, atau dipakai membaca literatur di Perpustakaan yg dilengkapi 8.000  buku berbagai titles/judul.

Tempat Pelatihan : Kompleks Pelatihan SATUNAMA,
Jl. Sambisari No. 99, Desa Duwet RT 07/34 Sendangadi,  Mlati,  Sleman,  Yogyakarta 55285 
Telp. 0274-867745-47   
Fax. 0274-869044 
Email : eni_dwi@satunama.org atau training@satunama.org

Monday, December 5

Novel di Perpustakaan Loekman Soetrisno

JUDUL BUKU
KETERANGAN
Panggil Aku Kartini Saja
Biografi ini mengajak kita mengingat Kartini, tapi bukan dari sudut pandang domestik rumah, seperti Kartini adalah   gadis pingitan, lalu dinikahkan, lalu melahirkan, namun lebih pada bagaimana Kartini melawan itu semua. Melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar penjajahan dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten yang menyekapnya bertahun-tahun lamanya.Hal lain yang menarik : ternyata Kartini pandai melukis dan sangat mengagumkan.
Bumi Manusia.
(Periode penyemaian dan kegelisahan )
Novel ini merupakan bagian 1 dari Tetralogi Buru, dengan latarbelakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad 20. Roman bagian pertama ini sebagai periode penyemaian dan kegelisahan Minke, manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong ke-Jawa-annya menuju manusia yang bebas dan merdeka. Di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari pengetahuan dan peradaban.
Jejak Langkah
( Periode pengorganisasian perlawanan ).
Bagian ke-3 dari Tetralogi Buru ini berkisah tentang Minke yang mulai memobilisasi segala daya upaya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. Minke tidak memilih perlawanan bersenjata tetapi memilih perlawanan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyak
nya bacaan pribumi.
Lewat jurnalistik ini Minke lantang berseru “ Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan “.
Rumah Kaca
( Reaksi balik dari pemerintahan Hindia Belanda yang melihat kebangkitan perlawanan di tanah jajahan mereka )
Bagian ke-4 dari Tetralogi Buru, Rumah Kaca berkisah tentang usaha Kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi ‘ pengarsipan ‘ yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apapun yang digiatkan aktivis   pergerakan.Pram mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan
“ pe-rumahkaca-an “.
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels.
Buku ini adalah kesaksian tentang peristiwa genosida kemanusiaan paling mengerikan dibalik pembangunan Jalan Raya Daendels, jalan yang membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa dari Anyer ( Jabar ) sampai Panarukan
( Jatim ). Inilah satu dai beberapa kisah tragedi kerjapaksa terbesar sepanjang sejarah di Tanah Hindia. Melalui buku ini Pram menuturkan sisi paling kelam pembangunan jalan yang beraspalkan darah dan airmata manusia – manusia pribumi.
Midah Simanis Bergigi Emas
Ini adalah novel ringan yang ditulis Pramoedya di tahun 50-an dengan setting tempat Djakarta. Perempuan bernama Midah menjadi tokoh utamanya. Midah lahir dan dibesarkan dalam keluarga terpandang dan taat agama. Dalam usia remaja Midah dikawinkan dengan haji Terbus, laki-laki pilihan ayahnya yang ternyata telah mempunyai banyak istri.
Bukan Pasar Malam
Roman ini berlangsung dalam satu putaran perjalanan seorang anak revolusi- yang sangat idealis-pulang kampung karena ayahnya sakit TBC dan anggota keluarganya yang miskin dengan rumah tuanya, serta menghadapi istri yang cerewet.Roman ini juga menunjuk muka para jenderal / pembesar negeri pascakemerdekaan yang hanya asyik mengurus dan memperkaya diri sendiri.
Sekali Peristiwa di Banten Selatan
Novel ini merupakan hasil ’reportase’ singkat Pramoedya AT di wilayah Banten Selatan ( Jabar ) yang subur tapi rentan penjarahan dan pembunuhan. Tanah yang subur tapi masyarakatnya miskin, kerdil, tidak berdaya, lumpuh daya kerjanya. Mereka diisap sedemikian rupa. Mereka dipaksa hidup dalam rasa takut yang memiskinkan.
Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer – Catatan Pulau Buru
Buku ini merupakan catatan sejarah tentang para perempuan remaja Indonesia yang dijadikan budak seks oleh balatentara Jepang pada Perang Dunia II. Catatan ini disusun berdasarkan keterangan teman-teman sepembuangan Pramoedya di Pulau Buru, serta hasil pelacakan mereka terhadap budak seks yang ditinggalkan begitu saja di Pulau Buru, setelah Jepang menyerah pada tahun 1945.
Anak Bajang Menggiring Angin
Novel ini telah memasuki cetakan yang ke-9. Berlatar belakang kisah Ramayana, novel ini dituturkan dengan begitu luar biasa dan menarik.Dengan imajinasi simbolik yang sangat kaya disertai penggalan makna-makna filosofis yang sangat dalam, buku ini mampu menghidupkan kembali kisah klasik Ramayana dalam bentuk yang enak untuk dinikmati.
Para pengamat sastra mengatakan bahwa kisah buku ini mempresentasikan perlawanan mereka yang lemah dan tak berdaya menghadapi absurditas nasib kekuasaan.
Kliwon, Perjalanan Seorang Saya
Buku ini memuat kumpulan tulisan. Topik yag disampaikan meliputi topik politik, agama , bencana dan bahkan pesantren.Gaya penuturannya sangat lugas, penuh humor dan mencerahkan.
Saya Nujood, Usia 10 dan Janda
Sebuah kisah nyata yang mengejutkan tentang gadis cilik yang pemberani. Di usia 10 tahun, Nujood dipaksa ayahnya menikah dengan lelaki yang usianya 3x lipat dari usianya. Nojood hidup terpisah dari orangtua dan keluarganya, memulai hidup baru bersama suaminya di desa terpencil di pedalaman Yaman. Setiap hari menerima penganiayaan fisik dan emosional dari suami dan ibu mertuanya.Tak tahan dengan perlakuan ini, Nujood kecil melarikan diri ke gedung pengadilan di Ibu Kota untuk meminta keadilan.
Perempuan Di Titik Nol
Novel ini didasari pada kisah nyata, berkisah tentang seorang perempuan bernama Firdaus, yang dihukum gantung karena membunuh seorang germo di Kairo. Firdaus menerima dengan gembira vonis itu dan menolak grasi kepada presiden seprti yang dianjurkan oleh kepala penjara.. Menurut Firdaus vonis itu justru merupakan satu-satunya jalan menuju kebebasan sejati. Ironis !
Catatan dari Penjara Perempuan
Buku ini berkisah tentang pengalaman Nawaal el-Saadawi yang seorang dokter sekaligus aktivis perempuan, saat ada dalam sebuah penjara perempuan di era Anwar Sadat. Berbagai peristiwa yang terjadi di dalam penjara dirangkainya menjadi sebuah cerita yang memikat, menyentuh dasar hubungan kaum perempuan dengan kekuasaan.
Jatuhnya Sang Imam
Jatuhnya Sang Imam berkisah tentang perjuangan dan perlawanan seorang anak perempuan yang lahir tanpa ayah. Sang Ibu dianggap sebagai seorang perempuan pezina, namun semua orang, mulai dari penjaga hingga sang Imam telah tidur bersamanya. Akibat keingintahuannya tentang keturunannya, ia selalu dikejar-kejar dan akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman mati. Novel ini berisi tentang kejatuhan para pemimpin yang selalu bersembunyi di balik nama agama dan Tuhan.

Sumber : Mbak Tatik

Wednesday, March 17

Penggalangan Dana

Dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan "Kemah Alam Anak 2010" Tim Mobile Library-SATUNAMA mengadakan pembuatan kaos. Pemesanan ditunggu hingga tanggal 19 Maret 2010. Dengan harga Rp.30.000,-

Monday, October 26

HPS diperingati di Clapar,Hargowilis,Kokap,Kulon Progro

Kirab budaya dan arak-arakan Gunungan terdiri dari sayuran dan umbi-umbian serta buah-buahan, menandai dibukanya Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-29. Kegiatan ini mengambil tema : Mewujudkan Kedaulatan Pangan Dengan Memanfaatkan Keanekaragaman Potensi Pangan Lokal

Dusun Clapar, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo menjadi tempat bagi peringatan HPS yang terselenggara berkat kerjasama yang baik antara masyarakat tani, Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan (KP4K) Kabupaten Kulon Progo, Kelompok tani Sumber Mulyo dan Kelompok tani Uperma serta SATUNAMA

Dalam kata sambutan, panitia mengungkapkan ada sejumlah 400 orang yang diundang. Mereka berasal dari Gunung Kidul ( Ponjong dan Gedangsari) Kulon Progo ( Kokap,Pengasih,Samigaluh) Sleman ( Moyudan) serta tamu dari Mojokerto.

Camat Kokap Bp.Santoso, membuka secara resmi peringatan ini sekaligus menyampaikan sambutan tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Dalam acara yang juga dihadiri oleh pejabat dari Dinas pertanian tersebut, Camat Kokap menampaikan harapan agar dinas terkait, mampu menyediakan air yang cukup untuk kebutuhan pertanian, khususnya di Kecamatan Kokap.

Sementara ketua panitia kegiatan, Sukijan, menekankan pentingnya mengelola sumber pangan lokal dan harapannya terhadap masyarakat tani agar selalu bersemangat dalam mengolah lahan pertanian.

Mewakili Bupati Kulon Progo, Bp. Bambang Tri, membacakan sambutan yang antara lain berisi : Pangan adalah hak asasi manusia dan berkedudukan sama dengan hak asasi yg lain seperti contohnya hak masyarakat mendapat jaminan kesehatan.

Pangan juga mempunyai dimensi komplek. Terpenuhi dan tercukupinya pangan yang berkualitas, dinilai strategis dari sisi politis. SDM Masyarakat akan berkembang jika pangan tersedia secara berimbang cukup dan bergizi.

Ketersediaan pangan merupakan tanggung jawab bersama, pembangunan pangan yang berkelanjutan akan mengatasi kemiskinan masyarakat dan keberhasilan pembangunan pangan tidak lepas dar kreativitas masyarakat.

Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan dialog antara camat, dinas ketahanan pangan dan kelompok tani. Hal yang muncul adalah mengenai perlunya sinergi antar berbagai pihak. Terutama pemerintah dan LSM yang dalam hal ini adalah mitra. Hendaknya pemerintah mengambil peran lebih banyak dalam rangka mendukung kebijakan tentang pertanian.

Ibu Tuti dari Jaringan Petani Kulon Progo (Jatirogo) mengukapkan peran Jatirogo dalam membantu petani di Clapar, terutama dalam kaitannya meningkatkan harga jual Gula Jawa. Sebelum ada jaringan, harga gula ditingkat petani hanya sehargaRp.4500/kg, setelah ada campur tangan, petani mampu menjual gula jawa Rp.7500/kg, hanya saja masalah mahalnya biaya transportasi untuk mengambil gula dari dusun Clapar ke Sekretariat Jatirogo dikeluhkan oleh Ibu Tuti. Biaya transportasinya adalah 400/kg, sementara keuntungan Jatirogo hanya sebesar Rp.500/kg

Kegiatan pojok inovasi menjadi ajang pembelajaran secara langsung. Dialog dan tukar pengalaman secara langsung terjadi antar kelompok dengan masyarakat umum. Dari ajang ini pengunjung berdialog dan mendapatkan tips ringan dan berguna dari ahlinya. Pojok inovasi menampilkan cara pembuatan Jamu, pembuatan bolu dari labu dan emping melinjo.

Hari kedua, minggu 18 Oktober 2009 diisi dengan berbagai lomba anak,antara lain mewarnai gambar dan melukis di kain sesuai dengan tema kegiatan, serta dialog pertanian.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah untuk lomba agroexpo dan lomba anak. Dalam sambutannya penutupan direktur SATUNAMA menyampaikan, tidak perlu menjamu tamu dengan makanan lokal, asal tidak melupakan unsur kebersihannya. Pada malam harinya diadakan pentas wayang orang.

Kegiatan dapat berjalan baik sesuai dengan keinginan panitia, walaupun ada beberapa agenda yang harus berubah, seperti Bupati Kulonprogo yang batal hadir dikarenakan satu dan lain hal. Namun secara umum peringatan HPS ke-29 di Clapar, telah memberikan banyak pembelajaran bagi pihak-pihak yang terlibat, tantangannya adalah memastikan agar proses share informasi selama kegiatan – melalui dialog, pemutaran film, pojok inovasi dan lomba-lomba-- benar-benar memperkaya semua pihak yang terlibat, agar dalam peringatan-peringatan HPS selanjutnya tidak habis pada proses “tontonan” saja, tapi juga bisa menjadi tuntunan. (**ed)

Tuesday, September 1

Bersih Lingkungan SATUNAMA

Dear all,
Usulan bergotong royong membersihkan kompleks SATUNAMA, mendapat tanggapan sangat positif dari semua kawan di dalam acara review program 31/8 - 1/9/09. Kegiatan gotong royong ini perlu kita lakukan agar lingkungan tempat kita bekerja semakin bersih dan nyaman.

Untuk kegiatan awal akan dimulai setelah lebaran diorganisir oleh unit BMTS. Jika kegiatan ini berhasil baik, maka kegiatan akan diteruskan setiap satu bulan sekali.

Untuk hal-hal yang membutuhkan penanganan khusus seperti pada kasus mobil-listrik, akan diserahkan kepada pihak yang profesional. Mari membersihkan lingkungan kita. Kalo bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi




Tuesday, August 18

dari sepiring pisang

Sehari setelah peringatan kemerdekaan RI ke-64, Sore sekitar pukul 14.30 WIB,  Pak Surip seorang gardener sejati, datang ke West Office Building dengan membawa sepiring penuh pisang rebus hasil dari kebun kantor.  Hmm..Mantapp Pak Surip!!. Pisangmu membuat soreku bersemangat

By the way, ngomongin masalah pisang yang diambil dari kebun, sebetulnya ide sederhana ini  bisa jadi hebat manakala, pisang yang diambil dari kebun tersebut sungguh-sungguh dikelola. Idenya adalah, menanami setiap jengkal tanah di kebun/ tanah kosong dengan tananam pisang. Tanaman ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan minim perawatan. Setidaknya ada dua manfaat nyata dari ide menanam pisang di kebun, pertama bagian dapur tidak harus repot mencari daun pisang karena di kebun sudah tersedian, dan jika pisang itu tidak laku dijual, acara pembagian pisang rebus gratis ala PMT (Program Makanan Tambahan) kepada staf bisa dilanjutkan, atau paling tidak dijadwalkan sebulan sekali. PMT ini pasti akan memotivasi teman-teman untuk bekerja lebih bersemangat, karena kebutuhan akan vitamin dan kalsium, terpenuhi dalam buah pisang. Laksanakan !

Thursday, August 6

produk lokal yang tetap banyak penggemarnya

Siapa bilang  lebih banyak penggemarnya Roti daripada Tiwul ?

Rabu sore, 5 agustus 2009 menjadi moment pembuktian bahwa rasa tiwul mampu menghipnotis lidah-lidah kawan-kawan divisi PEP. Ceritanya, sepulang dari melakukan pencarian data di BAPPEDA Gunung Kidul, Mbak Ani pulang dengan membawa oleh-oleh Tiwul dan Kripik Bayem yang dibuat ala kripik belut.

Mantap tenan, sesiang itu beberapa teman tidak beranjak sekedar untuk mencuil dan merasakan sensasi manis dan gurih dari kedua makanan tersebut. Setelah menikmati makanan khas tersebut, semangat kerja menjadi bertambah. Jadi siapa bilang tiwul dan kawan-kawannya mulai kehilangan penggemar.

contoh baik merawat aset lembaga

Mas Bagong nyemplung di bak mandi!!

Pagi ini contoh baik dalam merawat aset lembaga, sudah ditunjukkan oleh Mas Giyanto a.k.a Mas Bagong. Beliau langsung terjun ke bak mandi, setelah hari kemarin ( 5 Agustus 2009) mendapat complain dari Mbak Anik, mengenai kondisi bocornya bak kamar mandi di ruangan divisi Special Project.

Pagi ini, dengan membawa seperangkat alat bangunan berupa pemotong keramik, semen putih, sabut dan cetok dia bergegas membereskan keluhan tentang bocornya air. "Nat di bak ilang kabeh je mas" katanya kepada saya ketika tengah asyik menambal sambungan antar keramik dengan semen putih. Salut buat Mas Bagong, Respon cepat anda menjadi contoh bagi kami untuk memelihara aset lembaga.

Tuesday, August 4

Membangun Wawasan Bhinneka Tunggal Ika

Kegiatan seminar nasional membangun wawasan bhinneka tunggal ika melalui penanaman nilai-nilai agama merupakan kerjasama persatuan Taman Siswa, Institute Dialog Antar Iman (DIAN) interfidei dan jaringan islam kampus.(JaRIK).Kegiatan ini dilakukan di Pendopo Taman siswa, Jalan Taman Siswa, Senin 3 Agustus 2009.

Dalam sambutannya, ketua panita, Listia, menyampaikan “Agama akhir-akhir ini dipandang sebagai tantangan, oleh karena itu kerjasama antar warga penting untuk mempercepat negara Indonesia yang dewasa”.  Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini akan diadakan lokakarya untuk guru agama di Sleman dan Bantul antara 4 – 12 Agustus 2009.

Hadir sebagai pembicara seminar, Jend. TNI (purn) Tyasno Sudarto, Frans Magniz Suseno SJ, Putu Wijaya dan  M Agus nuryatno, Phd. Bertindak sebagai moderator adalah Elga Sarapung.

Agus Nuryatno, menyampaikan “ Para guru hendaknya mampu mengkontekskan kurikulum pendidikan dengan apa yang berlaku dalam  dunia nyata serta mempunyai daya kritis untuk   selalu menanyakan apakah apa yang diajarkan bermanfaat bagi peserta didik “. 

Sementara Tyasno Sudarto menyampaikan, “ Kebhinnekaan menjadi lemah karena masalah politik praktis, ekonomi dan sosial budaya. Jika keadilan ekonomi dan penghormatan terhadap warga negara tidak sama, bagaimana kebhinnekaan bisa dihayati ?. Saat ini seolah-olah yang memilik hak adalah orang-orang kaya”   untuk Tyasno menyampaikan kunci untuk mangatasi hal tersebut adalah perlunya mengacu pada pancasila, sehingga tidak ada benturan etnis dan agama, serta perlunya  pemimpin yang bermoral bersih dan merdeka jiwanya.

Frans Magnis Suseno, lebih banyak mengupas mengenai wawasan bhinneka tunggal ika dan harkat nilai-nilai keagamaan.

Putu Wijaya,mengungkapkan meskipun tidak ada masalah, hal-hal tentang  kebhinekaan seperti dalam seminar ini harus tetap dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari.


Thursday, July 30

Kunjungan Alumni School of Peace

Oleh :

Lutfi Retno

Pada tanggal 24 Juli 2009 lalu, 21 peserta dari alumni School of Peace di India pada tahun 2006, 2007, dan 2008 datang ke Balai Pelatihan SATUNAMA di Duwet, Sinduadi untuk studi banding. Rombongan yang diorganisir oleh Anick HT, direktur eksekutif Indonesian Conference on religion and Peace ini berkunjung dalam rangka membuat jaringan dan mengembangkan kapasitas peserta di bidang community organizing dan capacity building.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari workshop fundamentalism and reading our sacred text yang diselenggarakan oleh Interfaith Cooperation Forum (ICF) bekerja sama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan Masyarakat Dialog antar Agama (MADIA). Kami memilih SATUNAMA sebagai salah satu lokasi kunjungan karena School of Peace memiliki agenda tentang community development. Kami menganggap SATUNAMA sebagai salah satu lembaga yang konsisten peduli di wilayah hulu dengan cara mencetak kader, aktivis, dan pemikir multistakeholder melalui training-training dan pelatihan yang dibuatnya,” tutur Anick HT. Ia juga menambahkan jika panitia beranggapan SATUNAMA adalah lembaga yang sangat terorganisir sehingga peserta bisa belajar banyak dari pengelolaan organisasi dan pengelolaan programnya.

Peserta yang berasal dari Kamboja, New Zealand, Burma, dan dari berbagai daerah di Indonesia ini mewakili komunitas agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Penghayat. Mereka kemudian berdiskusi dengan Meth Kusumahadi, Ketua Dewan Pembina SATUNAMA yang juga mantan direktur SATUNAMA mengenai sejarah dan program-program lembaga.

“SATUNAMA memiliki berbagai program yang punya tujuan utama memperkuat civil society di Indonesia melalui penguatan nilai-nilai universal dan promosi demokrasi di masyarakat. Cara tersebut ditempuh melalui training, pendampingan, dan konsultasi. Program-program seperti air bersih, perpustakaan keliling, dan usaha kecil ini memiliki tujuan jangka panjang yang sama yaitu membuat masyarakat mandiri dan bisa menentukan apa yang terbaik untuk dirinya,” tutur Meth.

Setelah berdiskusi selama kurang lebih tiga jam, peserta kemudian melanjutkan kunjungannya ke Masjid Ahmadiyah yang dianggap sebagai kelompok korban fundamentalisme, dan Pesantren Nurul Ummahat pimpinan KH Abdul Muhaimin yang mewakili pesantren moderat dengan agenda pengembangan jaringan dan agenda-agenda di bidang interfaith dan pluralisme. 


Tuesday, July 28

Refleksi Hari Anak


TENTANG ANAK-ANAK KITA... 

23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional.

Banyak acara digelar di berbagai tempat

untuk memeriahkan Hari Anak dan sebagai wujud perhatian,

kasih sayang dan juga pengharapan pada anak-anak kita.

Berdasarkan Resolusi Konvensi Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa no 44 / 25 tahun 1989

 ada 31 ( tiga puluh satu ) hak anak. Hak itu antara lain :

hak untuk hidup,

hak untuk tumbuh dan berkembang,

hak untuk berekreasi,

hak untuk bermain,

hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni dan kebudayaan,

hak untuk bebas berkumpul secara damai,

hak untuk mendapat pendidikan. 

Anak-anak kita  berhak untuk mendapat curahan kasih sayang, perhatian

dan juga dukungan dalam menjalani kehidupan mereka,

dalam dunia yang semakin penuh dengan tantangan.

Anak-anak kita laksana kertas kosong yang putih..bersih

dan  kita sebagai orang tua ( yang lebih tua ) yang akan mengisi, menulis,

menggambar dan mewarnai kertas itu.

Anak-anak kita adalah pemilik kehidupan dan yang akan menghidupkan diri dan sesamanya.

 

Untaian kata-kata bijak Kahlil Gibran ( penyair dan filisof kelahiran Lebanon 1896) ini

mengingatkan kita sebagai orang tua. 

Anakmu bukanlah milikmu,

  lewat engkau mereka lahir namun tidak dari engkau.

Berikan mereka kasih sayangmu,

  tapi jangan kau sodorkan bentuk pikiranmu.

Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya.

Kaulah busur dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur.

  Sang pemanah Mahatahu sasaran bidikan keabadian.

Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,  hingga anak panah itu melesat...

jauh.... serta cepat !

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang pemanah,

sebab DIA mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat...

sebagaimana dikasihiNya busur yang mantap.

( Kahlil Gibran, 1896 – 1931 ) 

Selamat memperingati Hari Anak..

Selamat menebar cinta, kasih dan sayang  pada anak-anak.

 

salam

tatiks 


Tuesday, July 14

CEFIL BASIC II

CEFIL (Civic Education for Future Indonesian Leader) adalah pelatihan bagi penggiat organisasi yang diformat berupa latihan seminggu, yang terdiri dari 3 tingkat. Tingkat pertama adalah Basic Leadership Training, tingkat kedua berupa HOT( History of Though) dan Universal values. Cefil tingkat ketiga mengangkat tema- tema yang dikembangkan sesuai kebutuhan.

Setelah CEFIL BASIC I pada tanggal 25-30 Mei 2009 berjalan dengan lancar, DIVISI Capacity Building (CB) kembali mengagendakan CEFIL BASIC II akan diselenggarakan pada tanggal 13-18 Juli 2009.  

Tercatat kurang lebih 35 calon peserta yang akan mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari Padang, Medan, Surabaya, Timor Leste, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Ampenan, Karawang, Tegal, Bandung, Madiun, Tuban, Aceh, Samarinda.

Alumni CEFIL:
http://cefil19.blogspot.com

Tuesday, July 7

Ultah Pak Meth















2 buah roti par*sl** yang dibawa oleh om Gusdiman pagi ini, menyelamatkan perut saya pagi ini (7 Juli 2009 ) yang belum sempat terisi makananan wajib, alias nasi.

usut punya usut ketika ditanyakan ke mbak Dwi barulah ada jawaban pasti, ternyata hari ini adalah ulang tahun Pak Meth. Untuk itu, kami ucapkan " SELAMAT ULANG TAHUN " pak Meth, semoga panjang umur dan sehat selalu.

Friday, July 3

Knowledge Management bagi Organisasi

Organisasi anda memiliki banyak informasi berupa laporan program, proposal,rencana kerja dan banyak lagi lainnya? Apakah semua sudah terkelola dengan baik,sehingga semua orang dapat berpartisipasi menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi lembaga? Jika belum kemungkinan Knowledge Management perlu menjadi bagian budaya baru di lembaga

Manajemen (Management) perdefinisi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk merencanakan, mengumpulkan dan mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya untuk suatu tujuan.

Sedangkan pengetahuan (Knowledge) adalah data dan informasi yang digabung dengan kemampuan, intuisi, pengalaman, gagasan, motivasi dari sumber yang kompeten. Sumber pengetahuan bisa berupa banyak bentuk, contoh, Koran, majalah, email, e-artikel, mailing list, e-book, kartu nama, iklan, dan manusia.

Jadi untuk pengertian manajemen pengetahuan adalah merencanakan, mengumpulkan dan mengorganisir, memimpin dan mengendalikan data dan informasi yang telah digabung dengan berbagai bentuk pemikiran dan analisa dari macam-macam sumber yang kompeten. (source : http://ilmukomputer.org/category/knowledge-management/)

Beberapa staf SATUNAMA ( edy,esti,purwa,tampah,stella dan eni) pada hari Jumat, 3 Juli 2009, telah mengikuti training singkat menggunakan sebuah system knowledge management (Alfresco Share) di ruang kelas besar.

System Knowledge Management berbasiskan Intranet ini, diperkenalkan oleh volunteer dari ABV ( Australian Business Volunteer) yaitu Noven Purnell Webb bersama dengan Koordinator IT, Om.Tampah. Melalui demonstrasi yang dilakukan kita bisa melihat betapa menguntungkannya apabila computer di Kantor yang sudah terhubung dengan internet dimanfaatkan optimal untuk saling berbagi pengetahuan.

Training berlangsung selama 3 jam, berjalan dengan  suasana santai dan menyenangkan. Para pakar menjelaskan dan memvisualisasi proses yang harus dilakukan beserta dengan pendampingan dalam latihan.

Kesimpulannya, apabila pengetahuan yang ada di SATUNAMA terorganisir dengan baik maka suatu kegiatan akan berjalan lebih efektif karena proses pengulangan bisa direduksi dan lebih banyak orang yang bisa memberikan sumbangan idenya. Namun secanggih apapun alatnya jika tidak ada kemauan untuk beradaptasi terhadap hal baru akan sia-sia belaka.

 

 

 

Thursday, July 2

Dukung Rakyat Manggarai Barat Menolak Tambang Emas di Bato Goso

Bato Gosok dikenal sebagai daerah wisata. Di sana terdapat hotel. Pulau-pulau kecil serta perairan di depan Batu Gosok, terutama Pulau Seraya dan Pulau Bidadari, merupakan tempat favorit turis untuk diving dan snorkeling. Limbah dari aktivitas pertambangan Emas akan merusak kawasan itu.

Dukung Rakyat Manggarai Barat menolak penghancuran kawasan Batu Gosok
oleh pertambangan. Sampaikan dukungan anda dengan mengirimkan contoh
surat berikut kepada Bapak Fidelis Pranda, Bupati Manggarai Barat, nomer
fax 0385-41123 dan Bapak Mateus Hamsi, Ketua DPRD Manggarai Barat, nomer fax 0385-41507.

Contoh Surat:


Kepada Yth.
Bapak Fidelis Pranda,
Bupati Manggarai Barat
Di Labuan Bajo,

cc. Mateus Hamsi,
Ketua DPRD Manggarai Barat


Dengan Hormat,

Kami mendengar, Jum’at (26/6) ribuan warga yang tergabung dalam Forum
Gerakan Masyarakat Anti Tambang (Geram) mendemo kantor Bupati Mabar dan
gedung DPRD setempat di Labuan Bajo. Mereka juga menduduki lokasi
tambang emas PT Sejaterah Prima Nusa atau PT Grend Nusantara di Batu Gosok.

Kami juga mengetahui, Bukan hanya kali ini, kegiatan tambang di Mabar
ditolak warga. Bulan Mei lalu, Geram juga mengirimkan surat kepada
Bupati dan DPRD, serta melakukan demo yang sama. Mereka menunjukkan
fakta-fakta lapang bahwa Lokasi tambang tumpang tindih dengan sarana
pendidikan, pariwisata dan budidaya ikan disana. Lahan itu diantaranya
milik Hotel Puri Komodo, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(STKIP) Ruteng, PT. Keramba, yag telah memiliki patok-patok batas oleh
Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kami membaca laporan tentang kegiatan tambang emas di batu Gosok. Di
Batu Gosok, pengerukan yag akan dilakukan hanya beberapa meter dari
bibir pantai dan berdekatan dengan Taman Nasional Komodo, salah satu
kawasan wisata internasional, berdekatan dengan Hotel Batu Gosok. Selama
ini perusahaan maupun pemerintah belum pernah bermusyawarah dan
bersepakat dengan para pemilik lahan. Tapi secara sepihak perusahaan
melakukan kegiatan penambangan. Kami sangat prihatin, karena pemerintah
justru mendukung mereka.

Ijin eksplorasi tambang emas PT Sejaterah Prima Nusa atau PT Grend
Nusantara di batu Gosok sangat bertentangan dengan Perda Manggarai Barat
No. 30 tahun 2005 dan tata ruang wilayah. Sebab Batu Gosok merupakan
kawasan pengembangan pariwisata.

Kami sangat prihatin, karena Bapak telah mengeluarkan 8 ijin Kuasa
Pertambangan (KP) tambang emas, mangan dan timah hitam, yang luasnya
mencapai 45 ribu ha. Kami percaya ini akan membahayakan pulau Flores.
Kami telah menyaksikan bagaimana kegitan pertambangan telah
menghancurkan warga Buyat di Sulawesi Utara, warga Sirise dan Lingko
lolok di Ruteng, Warga dayak paser di Kalimantan Timur dan bnanyak
lainnya. Sudah tak bisa dibantah, jika pertambangan malah melahirkan
kemiskinan, penghancuran lingkungan dan pelanggaran HAM. Dan hanya
menguntungkan segelinir orang dan pejabat yang mati-matian mendukung
perusahaan.

Bersama surat ini, kami menyatakan dukungan terhadap Gerakan Masyarakat
Anti Tambang (GERAM), yang menuntut perusahaan segera menghentikan
kegiatan tambangnya.

Demi keselamatan rakyat Manggarai Barat, Kami mendesak Bapak Bupati
segera mencabut ijin-ijin pertambangan yang telah dikeluarkan.

Kami percaya bahwa pertanian dan wisata serta pilihan ekonomi lainnya
yang lebih berkelanjutan, akan membuat perekonomian Manggarai Barat
lebih kuat, baik kini hingga masa depan.

Demikian, atas perhtaian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

Hormat Kami,

(Nama dan alamat Pengirim)

Pertemuan Tim Fundraising SATUNAMA

1 Juli 2009, telah diadakan pertemuan tim fasilitator SATUNAMA yang
dihadiri oleh Meth,Setyo,Esti dan Edy di Ruang Nova. Kegiatan ini
berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Hal yang dibahas adalah
mengenai Strategi Fundraising yang akan dilakukan oleh SATUNAMA. Seperti
yang dijelaskan oleh Pak Meth, Bahwa satu unsur penting sustainability
lembaga dana. Dana harus digali melalui berbagai sumber. Prinsip
Fundraising yang terkenal " Your neighbour is your potential donor"
menjadi salah satu pembahasan yang menarik, karena "our neighbour" akan
mengawasi penggunaan uang, sehingga lembaga bisa belajar lebih
bertanggung jawab dalam masalah transparansi dan accountability.

Lio Pamitan


Lio Chandra aka Liooli, per 1 Juli 2009, telah selesai berkarya, setelah Selama 1 tahun 9 bulan di SATUNAMA. Terima kasih buat Lio yang sudah banyak membantu. Salam adsense. :-)

Wednesday, July 1

Vena's Wedding

Satu lagi keluarga besar SATUNAMA yang akan melepaskan masa lajangnya, dia adalah Sdri. Yoana Fransiska Prambudi Tri Advena (Vena) yang akan dipersunting oleh Antonius Kurnia Setyawan. 

Sakramen pernikahan akan dilangsungkan pada Kamis, 9 Juli 2009, Jam 16.30 di Gereja Santo Yoseph ,Medari,Sementara Syukuran pernikahan akan dilakukan pada malam harinya, pukul 19.00-20.30,
keluarga besar nDuwet Blogspot.com,

mengucapkan


SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Thursday, June 18

Lowongan Penyiar di Radio SATUNAMA





Radio SATUNAMA Yogyakarta, membuka kesempatan untuk bergabung sebagai :

1. PENYIAR

Syaratnya :

  • Laki-laki dan Perempuan, usia max 27 tahun
  • Bersuara michroponic
  • Bisa berbahasa Jawa, min. pasif
  • Pendidikan min. D3 atau sedang kuliah tingkat akhir
  • Berpengalaman min. di radio komunitas
  • Menyukai tantangan
  • Memiliki kendaraan sendiri (min. sepeda motor) dan dilengkapi SIM C


2. MARKETING
Syaratnya :

  • Laki-laki atau perempuan, usia max. 27 tahun
  • Pendidikan min. D3 atau sedang kuliah tingkat akhir
  • Memiliki kendaraan sendiri (min. sepeda motor) dan dilengkapi SIM C
  • Domisili di DIY
  • Mudah bergaul, sopan dan komunikatif


Bagi yang berminat pada salah satu posisi, silakan kirimkan lamaran, CV dan contoh suara ke :

Radio SATUNAMA
Jl. Sambisari 99 Duwet
Sendangadi, Mlati, Sleman
Yogyakarta – 55285

Atau melalui e-mail : radio@satunama.org

Lamaran paling lambat kami terima 25 Juni 2009.

Tuesday, June 9

dari Banjarsari RT 01 RW 08 Tawangmangu

Mas Sugiyanto a.k.a Bagong, telah mengadakan acara mbubak kawah, suatu adat yang berasal dari Surakarta. Acara ini berlangsung pada hari Minggu Legi, tanggal 7 Juni 2009.

Sejumlah staf dan karyawan serta warga dusun Duwet yang berdekatan dengan kantor SATUNAMA turut hadir memberikan selamat dan doa di dalam acara tersebut.

Acara di mulai Jam 13.00 - 15.00 dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan, Hawa yang sejuk di lereng pegunungan Lawu ini, membuat hadirin harus berjuang melawan kantuk, tak terkecuali mas Gusdiman yang mimpi ketemu sandra dewi. hehe..ehe..he..